FANDOM


Nama

Siderias Noctis Grysein


Nama Panggilan


Eri (umum), Sid (oleh dua asistennya)


Alias


Vinati Ammon


Pekerjaan

Tabib/pemusik/dermawan rahasia


Deskripsi Fisik

Usianya baru 25 tahun, tetapi lingkaran gelap di bawah mata cokelatnya membuatnya terlihat lebih tua. Orang bisa saja mengiranya berumur 28 tahun. Tetapi, tidak seperti kebanyakan wanita, ia tidak ambil pusing dengan penampilan. Rambut cokelat gelapnya dibiarkan tergerai sebatas pundak, terkadang disanggul atau dikuncir satu (saat dalam penyamaran). Ia lebih tinggi dari wanita-wanita pada umumnya. Berat badannya sedikit berlebih, tetapi tidak terlihat mencolok karena posturnya yang tinggi. Kulitnya yang cokelat membuatnya terkesan selalu sehat.


Hobi


Membaca, musik (biola), memasak (meskipun ia sering hanya membuat camilan untuk dimakan sendiri atau dibagi dengan murid bimbingannya)


Kepribadian


Cenderung tenang dan waspada. Sering disalahartikan sebagai tidak berani mengambil risiko, padahal sebenarnya ia menyukai tantangan -- hingga batasan tertentu saja. Orang mengaguminya karena kemampuannya beradaptasi dan mengambil tindakan cepat, tetapi ia sendiri tak jarang khawatir keputusan cepatnya justru membawa dampak negatif.


Kemampuan Khusus


Sebagai seorang tabib, ia berpraktik dengan cara yang khas -- tidak bisa disamai oleh tabib lain di mana pun, bahkan asisten-asistennya sendiri. Kemampuan berbahasanya juga baik, dibuktikan dengan kelancarannya membaca dan menulis dalam dua bahasa dan lima dialek daerah. Selain itu, ia juga pandai bermain biola dan memasak (terutama membuat kopi dan macam-macam camilan).


Kelemahan Ia paling tidak bisa disuruh berdansa, dan itulah sebabnya ia selalu menghindari pesta-pesta sosial. Ia juga selalu saja lupa di mana ia meletakkan cangkir-cangkir kopi dan buku-bukunya.



Latar Belakang


Siderias Grysein lahir di Helvisia pada suatu malam di akhir musim gugur. Masa kecilnya cukup bahagia, dengan keluarga yang mendukung semua bakat dan keinginannya dan memberinya cukup banyak bacaan untuk dilahap sejak ia bisa membaca kata pertamanya. Saat usianya 4 tahun, orang tuanya -- dan kebanyakan tetangganya -- menganggapnya sudah bisa disekolahkan. Maka, ia didaftarkan ke sekolah dasar, dan sejak itu ia mulai mengikuti perlombaan-perlombaan kecil untuk anak-anak, semacam menyusun balok atau mengeja.

Ia menghabiskan masa kecilnya di Helvisia, sampai akhirnya keluarganya membawanya pindah ke Actaein saat ia masuk sekolah menengah ilmu alam, di mana orang tuanya memutuskan untuk membuka kebun buah dan kacang-kacangan. Di sekolah menengah, ia belajar di bawah bimbingan Fabian Solodkie dan Sofia Bettel, dua guru yang menanamkan kecintaan terhadap sains dan menguatkan keinginannya untuk membantu sesama dengan apa pun yang bisa ia lakukan.

Di tahun terakhirnya, suatu kejadian mengubah tujuan akhirnya. Saat itu ia sedang membantu kedua gurunya membereskan dokumen kelas (tanpa sepengetahuan murid lain), ketika tiba-tiba Nyonya Bettel membicarakan tentang salah satu murid di kelas Siderias yang bernama Torvinn Ryner. Beliau mengutarakan kesulitan keuangan yang dihadapi Torvinn di hadapan Siderias dan Tuan Solodkie: ia ingin melanjutkan sekolahnya ke jurusan Mekanika suatu universitas ternama, tetapi terhambat oleh kesulitan biaya, mengingat ia datang dari kalangan bawah.

Siderias, yang mengenalnya sebagai salah satu murid paling brilian di kelas dan lawan debat yang paling tangguh di kelas Kimia Dasar, bertekad untuk berusaha membantu sebisanya. Namun, sebelum ia sempat melakukan apa pun, ternyata Tuan Solodkie sudah mendaftarkan Torvinn ke dalam program beasiswa suatu institusi sains yang masih berhubungan dengan universitas tujuannya. Saat itulah, ia berjanji pada diri sendiri untuk berbuat sesuatu untuk orang-orang dengan masalah serupa -- tanpa sepengetahuan siapa pun.

Tak lama kemudian, ia lulus dari sekolah menengah dan masuk ke sebuah sekolah tabib yang cukup ternama, di mana ia menghabiskan waktunya dengan belajar dan tidak banyak berkutat dengan perlombaan seperti saat sekolah dulu. Hal ini membuatnya nyaris menyerah, tetapi mengingat keinginannya, ia bertahan hingga akhirnya lulus pada usia 23 tahun.

Setelah lulus, ia menenggelamkan diri dalam penelitian dan berbagai perlombaan selama dua tahun sebelum usahanya membuahkan hasil yang signifikan. Hadiah uang mulai mengalir ke pundi-pundinya dari berbagai penjelajahan yang dilakukannya di dunia pertabiban dan perlombaan di luar lingkungan itu, seperti kontes musik. Setelah dirasa cukup, ditambah dengan modal kemampuan-kemampuan yang dimilikinya, ia menciptakan identitas keduanya, Vinati Ammon, dan berkeliling negeri bersama dua murid bimbingannya, Cynthia Fyll dan Lucius Sonner.



Tujuan


Tujuan utama perjalanan Siderias adalah untuk membantu sebanyak mungkin pelajar yang terhambat secara ekonomi tanpa diketahui identitasnya oleh siapa pun. Selain itu, ia ingin menambah jam terbangnya sebagai tabib dan memperluas wawasannya tentang dunia luar.


Catchphrase

"Saya Vinati Ammon, dan saya sudah mendengar tentang murid Anda, ______. Mungkin ada sesuatu yang saya bisa lakukan untuknya."

  • ______ = [insert student name here]


Siderias Vinati

Kurang lebih beginilah penampilannya pada situasi formal. (kiri: Siderias, kanan: sebagai Vinati.) [sayangnya rambut Siderias tidak bisa digerai di generator yang saya pakai = =a] Generator: dolldivine.com